Tak Perlu Membenci, Kamu Hanya Cukup Baik Untuk Dia yang Tidak Baik

  • 228
    Shares

Tak perlu membenci seseorang yang telah menyakitimu dan jangan pernah dendam pada dia yang sudah membuatmu terluka.

Dengan dendam tidak akan menjadikanmu orang yang baik karena pemilik hati yang dendam masih tersimpan keinginan untuk membalas perbuatannya.

Tak Perlu Dendam Pada Seseorang Yang Telah Menyakitimu

woohoo-waikiki via dramabeans.com

Sudahlah, kau orang baik tak perlu memiliki hati yang tidak baik hanya karena kau memiliki dendam kepada seseorang yang sudah menyakitimu.

Cukuplah dia yang tidak baik kau tak perlu menjadi orang yang sama dengan cara membalas perbuatannya.

Jangan Membenci Dia Yang Telah Melukai Hatimu

woohoo-waikiki via dramabeans.com

Kau terluka, semua orang pun sama ketika ada yang melukai hatinya pasti akan merasa sedih dan terluka.

Tak perlu resah disakiti hanya perkara yang lumrah, kuatkan hatimu dan tabahkan agar kau tidak memiliki hati dendam kepada dia yang telah melukai perasaanmu.

Jika Dia TidakĀ Cukup Baik Untukmu Maka Kau Harus Tetap Menjadi Orang Yang Baik

woohoo-waikiki via dramabeans.com

Apapun yang orang lain lakukan kepadamu biarkan kau tak perlu membalas dengan hal yang sama. Meski kau tersakiti dan terluka kau tak perlu membalasnya.

Yakin saja bahwa setiap perbuatan itu pasti akan ada balasannya sehingga jika yang ia lakukan tidak baik maka biarkan karma yang membalasnya.

Cukup Menjadi Orang Yang Baik Untuk Dia Yang Tidak Baik

woohoo-waikiki via dramabeans.com

Apapun yang orang lain lakukan terhadapmu kau harus ingat bahwa Tuhan maha tahu dan kau harus yakin bahwa pasti akan ada balasan dari setiap perbuatan manusia.

Ketika kau yakin akan hal itu maka kau pasti akan terhindar dari rasa dendam dan benci terhadap dia yang sudah menyakiti.

Yang Menyakitimu Biarlah Menjadi Urusannya Dengan Tuhanmu Kau Tak Perlu Membalasnya

woohoo-waikiki via dramabeans.com

Siapa yang menyakiti pasti kelak akan tersakiti, tak perlu resah hanya karena ia begitu pandai membuat hatimu terluka karena masih ada balasan dari Tuhan yang jauh lebih kejam dari perbuatannya sendiri.