Meski Pada Akhirnya Kita Tak Bersama, Setidaknya Kau Pernah Menjadi Sesuatu yang Mampu Menunda Kesedihanku

  • 433
    Shares

Setiap pertemuan dan perpisahan pasti Tuhan telah merencanakannya. Meski setiap orang tidak ada yang menginginkan sebuah perpisahan namun tetap saja tidak ada yang bisa mencegah kepergiannya.

Kita tidak pernah tahu besok akan bertemu dengan siapa dan siapa saja yang akan mengucapkan selamat tinggal lalu bertemu dengan orang yang baru lagi. Semuanya hanya tentang takdir, pertemuan dan perpisahan kita terjadi hanya karena kehendak Tuhan yang maha kuasa.

Datang Dan Pergi Adalah Hal Yang Pasti Didalam Kehidupan

shutterstock.com

Seberapapun kita tidak menginginkan akan sebuah pertemuan dan perpisahan, namun kita pasti akan mengalaminya. Tanpa sengaja kita bertemu lalu kemudian merasa nyaman hingga merasa takut kehilangan.

Ketika sudah merasa takut kehilang tiba-tiba kita dituntut untuk melepaskan dan mengikhlaskan walau sebenarnya kita tidak pernah bisa melakukannya.

Itulah hidup semuanya telah diatur oleh Tuhan. Pertemuan dan perpisahan adalah yang hal yang pasti dan akan dirasakan setiap orang.

Perpisahan Bukan Akhir Dari Sebuah Kehidupan, Perpisahan Hanya Sebatas Jeda Untuk Mendapatkan Kebahagiaan Yang Lain

shutterstock.com

Percayalah walau akhirnya kita tidak bisa bersama, namun pada akhirnya kita pasti akan bahagia. Tuhan yang memeprtemukan kita dan Tuhan yang memisahkan kita maka sudah pasti Tuhan memiliki rencana indah untuk hidp kita selanjutnya.

Walau kita tidak rela, walau terasa menyakitkan namun inilah kehidupan yang isinya hanya tentang takdir Tuhan yang tidak bisa kita tentang.

Walau Bagaimanapun Seseorang Yang Pergi Pernah Mengisi Hari-Hari Juga Pernah Memberi Kebahagiaan

shutterstock.com

Kita tidak bisa mengutuk seseorang yang pergi dari hidup kita, karena walau bagaimanapun dia pernah mengisi hari-hari dengan penuh kebahagian, canda dan juga tawa.

Tidak hanya aku saja, semua orangpun sama, sama-sama merasa kehilang orang yang paling dicintai.

Kedatangannya Mampu Melukiskan Kebahagian Walau Hanya Sebatas Untuk Menunda Sebuah Kesedihan

shutterstock.com

Bukan hanya aku saja yang merasa kehilanganmu, masih banyak orang diluar sana yang juga merasa kehilanganmu. Aku tidak bisa membencimu karena membencimu layaknya membenci takdir Tuhan yang telah Tuhan garsikan untukku.

Walau pada akhirnya kau pergi dariku, akan tetapi kaus udah melukiskan kebahagiaan walau hanya sebatas menunda sebuah kesedihan untukku, namun aku mensyukurinya.

Pertemuan, Perpisahan Semuanya Hanya Tentang Kehendak Tuhan Yang Patut Disyukuri Karena Walau Bagaimanapun Kau Pernah Menciptakan Kebahagiaan Untukku

shutterstock.com

Aku bersyukur kau pernah menjadi bagian didalam hidupku, walau saat ini kau sudah menjadi milik orang lain, tapi tidak ada untuk membencimu.

Walau bagaimanapun kau pernah membuatku bahagia sebelum akhirnya kau menciptakan luka dan membuatku meneteskan air mata.

Semoga aku ikhlas karena pertemuan juga perpisahan hanya tentang kehendak Tuhan yang tidak bisa ditentang bisanya hanya untuk disyukuri saja. Semoga kita sama-sama bahagia walau pada akhirnya kita tidak ditakdirkan untuk bersama.