Membuka Memori Cinta Kita, Mulai dari Kupandangi Kamu Diam-Diam Hingga Melangkah Ke Pernikahan

  • 2.6K
    Shares

Jika kamu membuka kembali memori percintaan kamu dengan dia, kamu akan menemukan banyak hal indah yang sudah terlewati mulai dari saat mencoba mencari perhatian, PDKT, pacaran yang isinya tengkar dan senyuman hingga akhirnya menuju ketahap yang paling serius yaitu pernikahan. Mungkin saja ditengah jalan kamu tidak sengaja melengos ke orang lain, atau merasakan sakit hatinya ditikung oleh teman. Itulah saat-saat indah dan menyebalkan yang akan membuat kamu tertawa sendiri saat mengingatnya saat sudah menikah seperti ini.

Awal Bertemu, Entah Kenapa Aku Tak Bisa Melupakan Tatapan Mata dan Suara Indah Itu

Awal Bertemu, Entah Kenapa Aku Tak Bisa Melupakan Tatapan Mata dan Suara Indah Itu

Entah bagaimana awalnya, saat melihatmu aku merasa sangat tegang dan nervous, bahkan semenjak saat itu bayang-bayang wajamu selalu menghiasi otakku. Rasanya ada yang kurang dan membuatku tak tenang saat melakukan berbagai aktivitas. Dan mungkin ini virus cinta yang dikatakan semua orang.

Esoknya Aku Memandangi Kamu Diam-diam dan Mulai Mencari Tahu Siapa Kamu Lewat Teman-temanmu

Esoknya Aku Memandangi Kamu Diam-diam dan Mulai Mencari Tahu Siapa Kamu Lewat Teman-temanmu

Aku tak bosan-bosannya memandangmu, tapi aku sangat malu sama kamu dan teman-temanmu saat aku ketahuan memandangmu. Aku juga tidak tahu apa yang menggerakkan diriku, tapi rasanya aku ingin tahu banyak tentangmu, mulai dari namamu, alamatmu, tanggal lahirmua hingga berbagai hal yang kamu suka. Dengan bantuan teman-temanmu aku mendapatkan sedikit demi sedikit informasi tentang mu.

Dengan Beberapa Bekal Keberanian, Aku Mencoba Mengenalkan Diriku Padamu Ketika Sunset Itu

Dengan Beberapa Bekal Keberanian, Aku Mencoba Mengenalkan Diriku Padamu Ketika Sunset Itu

Tiba-tiba saja aku begitu di sore itu, untuk coba memperkenalkan diriku padamu. Aku memakai pakaian terbaik, pengharum dan segala hal yang membuatku lebih menarik di matamu. Aku sangat tegang saat kau melihatku waktu itu. Teman-temanku malah sudah menyiapkan bunga dan kue yang akan kuberikan padamu sebagai ucapan perkenalan. Harusnya kamu tahu betapa groginya aku saat melihat kamu berada didepanku.

Kita Mulai PDKT, Entah Cinta Atau Tidak Kita Menjalani Hubungan dengan Have Fun dan Bahagia

Mereka Merasa Lebih Penting Untuk Menarik Perhatian Dengan Kepribadian

Aku mengajakmu untuk mendengarkan beberapa karya laguku dan suaraku yang pas-pasan dengan gitarku, kemudian kamu tertawa sambil menikmati lagu yang aku bawakan. Kita juga mulai sering berjalan bersama. Dan mulai lebih dekat satu sama lain. Kamu mulai terbuka dengan dirimu dan aku pun begitu. Kita sama-sama mencoba saling mengerti dan memahami diri kita sendiri dan menerima segala kurang dan lebih kita.

Saat Kita Semakin Dekat, Tiba Saatnya Aku Mengungkapkan Isi Hatiku

Saat Kita Semakin Dekat, Tiba Saatnya Aku Mengungkapkan Isi Hatiku

“Aku Mencintaimu”
Itu aku ucapkan dengan jelas dan singkat saja saat itu, aku juga sudah menyiapkan segalanya jika seandainya kamu menolakku atau menerimaku. Aku tidak akan memaksamu untuk memilihku karena aku tahu itu sepenuhnya hak kamu. Lalu, tiba-tiba kamu mengambil bunga yang aku berikan, sambil malu-malu menundukkan kepala. Aku merasa sangat senang dan bahagia, dan bersyukur.

Awal Pacaran Terasa Begitu Indah, Tapi Ditengah Pacaran Rasanya Sudah Biasa, Tapi Jujur, Aku Masih Mencintaimu

Percaya Deh Banyak Pasangan Yang Nyesel Setelah Pacaran

Awal Pacaran rasanya seperti dihipnotis oleh kehadiranmu yang membuatku sangat bahagia. Kamu seperti bidadari yang langsung diturunkan dari langit. Namun sayangnya perasaan berbunga-bunga itu tidak bisa berjalan terus menerus, ada kalanya kamu mulai bosan dan menghilang begitu saja. Aku pun terkadang merasa jenuh. Tapi jujur, di dalam hatiku masih mencintai kamu.

Ketika Kita Pertama Kalinya Menentukan Untuk Tetap Bersama Atau Berpisah

Ketika Kita Pertama Kalinya Menentukan Untuk Tetap Bersama Atau Berpisah

Segala bentuk pertengkaran dan keegoisan dalam menjalani masa pacaran, semakin membuktikan cocok atau tidaknya kita untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Dalam masa-masa seperti ini, cinta dan kedewasaan kita sedang diuji, karena hanya ada 2 pilihan yang tersisa, tetap bersama dan membuat komitmen atau kita berpisah.

Komitmen Pun Tercipta dan Aku Mendatangi Orang Tuamu, Diwawancarai Berbagai Hal yang Membuatku Nervous

Tidak Hanya Mendekatimu, Orang Tua Kamu Pun Harus Memberikan Restu splinter-proof12.rssing.com

Malam itu, aku mendatangi kedua orang tuamu sebagaimana yang telah kita rencanakan. Berbekal martabak telor yang katanya kesukaan ayah kamu, aku menarik napas panjang dan berdoa agar orang tua kamu menerima aku apa adanya. Akun menelan ludah dan mencoba meyakinan ayah kamu bahwa aku bisa membuat kamu bahagia. Dan dengan segala pertimbangan, jungkir balik, akhirnya ayah kamu mau memberikan restu pernikahan kita.

Dan Tiba Saatnya Aku Menggandengmu Dengan Mantap Menuju Pelaminan

Dan Tiba Saatnya Aku Menggandengmu Dengan Mantap Menuju Pelaminan

Kenyataan ini membuatku sangat bangga dan senang sekali karena aku berhasil mendapatkanmu dan membawa mu menuju pelaminan kita, aku menyadari setelah ini perjuangan kita akan semakin berat tapi kamu tahu hanya dengan bersamamu aku merasa lebih kuat dan bahagia.