Kita Itu Bisa Bahagia, Namun Kita Terlalu Sering Bertahan Pada Sesuatu yang Mudah Menyakiti

  • 2
    Shares

Pilihan yang sangat sulit ketika kita tidak pernah tahu apakah ingin bertahan atau melepaskan.

Pilihan itu tidak pernah mudah, dua-duanya begitu membingungkan dan menyakitkan jika kita mengambilnya, akan tetapi seberapapun sulitnya pilihan itu kita harus tetap bisa memustuskannya.

Kita tidak bisa dilema dengan pilihan yang semua itu membuat kita terluka, yang pasti kita harus siap memilih satu diantaranya meski dengan resiko yang berat.

Untuk Mendapatkan Kebahagiaan Yang Kita Inginkan Justru Kita Rela Menelan Rasa Sakit Dan Kekecewaan

picssr.com

Terkadang kita sendiri yang membiarkan orang lain menyakiti kita, padahal sebetulnya kita bisa terlepas dari rasa sakit itu.

Mungkin yang ada didalam pikiran kita adalah ingin mendapatkan kebahagiaan bersama orang yang kita cintai, namun apa yanga terjadi orang yang kita cintai tidak mencintai kita dan enggan untuk peduli terhadap kita.

Kita rela menunggu, ita rela bertaha hanya karena berharap bahwa kelak dia bisa berubah dan memberikan kebahagiaan padahal sebetulnya tidak. Sampai kapan pun kita menunggunya kita hanya akan semakin terluka.

Kita Terlalu Takut Untuk Melepaskan Seseorang Yang Membuat Kita Kecewa Hanya Karena Terlalu Mencintainya

picssr.com

Masalah terbesarnya hanya ada pada diri kita sendiri. Kita itu terlalu takut mengambil resiko, kita terlalu takut melepaskan seseorang yang kita cintai padahal sudah jelas-jelas membuat kita kecewa.

Kita tidak berani mengambil keputusan bahwa kita akan pergi meninggalkan orang yang kita cintai sehingga itulah yang membuat kita selalu terluka dan tersakiti.

Kita Terlalu Sering Bertahan Pada Sesuatu Yang Menyakiti Kita Padahal Kita Bisa Menghindarinya

picssr.com

Yang salah itu bukan orang yang kita cintai, akan tetapi yang salah itu adalah diri kita sendiri. Kita sudah mengetahui bahwa orang yang kita cintai tidak menecintai kita.

Selain itu juga tidak pernah menghargai perasaan kita namun kita tetap diam dan menunggu dia memiliki perasaan yang sama terhadap kita.

Jika seandainya kita sadar lalu menjauh dari orang yang kita cintai maka dia pun tidak akan menyakiti kita. Karena yang membuat kita semakin tersakiti hanyalah sikap kita sendiri yang tidak berani tegas dan terlalu takut mengambil keputusan.

Kita Bisa Bahagia Dan Terlepas Dari Rasa Sakit Namun Justru Kitalah Yang Seolah-Olah Membiarkan Ia Menyakiti Kita

picssr.com

Entah kenapa kita selalu rela tersakiti hanya karena orang yang kita cintai. Tidak pernah tahu persis apa alasan yanng tepat kenapa kita rela tersakiti demi orang yang kita cintai.

Sebetulnya kita itu bisa bahagia jika kita tegas dalam mengambil keputusan karena yang membuat kita terus tersakiti hanya karena kita tidak bisa melepaskan orang yang kita cintai.

Andai Kita Siap Kehilangan Maka Pasti Kita Bisa Bahagia Terlepas Dari Orang Yang Menyakiti Kita

picssr.com

Kita bisa bahagia dan melepaskan orang yang kita cintai namun rasanya kita sendiri yang tidak sanggap kehilangan orang yang kita cintai.

Kita semakin berdiam diri hanya karena tidak siap kehilangan orang yang kita cintai sehingga kitalah yang semakin menyerahkan diri untuk disakiti.

Seolah-olah kita membiarkan diri kita disakiti, tak ada pembelaan dan seakan-akan kita pasrah saja disakiti oleh orang yang kita cintai.