Dear Mantan, Maafkan Aku yang Telah Meninggalkanmu Hanya Karena Bosan

  • 332
    Shares

Dalam setiap hubungan itu pasti ada rasa bosan yang kadang tiba-tiba saja menghampiri, entah itu bertahan lama atau tidak.

Aku sudah seringkali mengalami, dan bodohnya karena aku mengikuti rasa itu. Dear mantan, aku menyesal telah meninggalkanmu hanya karena “Bosan”.

Melepaskan Seseorang Hanya Karena Rasa Bosan Itu Akhirnya Menyakitkan

While You Were Sleeping via: dramabens

Bagiku sangatlah benar, melepaskan seseorang hanya karena bosan itu akhirnya menyakitkan, ujung-ujungnya, aku yang tersiksa.

Terkadang aku hampir gila, dan mau melakukan beribu cara agar aku bisa kembali bersamamu, tapi satu carapun tak berjalan sesuai harapanku.

Pada Akhirnya, Aku Berusaha Mengikhlaskan Dan Berusaha Untuk Membuka Hatiku Pada Orang Lain, Tapi Bagiku Itu Menyakitkan

Page Turner via: Dramabeans

Pada akhirnya, aku mencoba untuk mengikhlaskanmu dan berusaha untuk membuka hatiku pada orang lain, dan bagiku itu menyakitkan.

Sebab sangat sulit menemukan seseorang yang memiliki sifat dan sikap yang sama sepertimu.

Mungkin Kamu Sudah Sangat Kecewa Dan Kini Sudah Melupakanku, Sementara Aku Menyesal Karena Pernah Melepasmu

fb.me/Thegirls1905

Dan mungkin kamu sangat kecewa dan bahkan melupakan aku. Tapi satu hal yang harus kamu tau, sampai detik ini aku tetap ingat kamu dan tetap sayang kamu.

Yang tersisa disini hanyalah sebuah penyesalan dengan keputusan tanpa pikir panjang, karena telah melepaskanmu.

Dan Sekarang, Aku Benar-Benar Merasa Kehilangan

fb.me/roops8

Memang benar, tidak ada penyesalan di awal karena penyesalan akan terasa belakangan. Dan sekarang, aku benar-benar merasa kehilangan.

Salah satu hal yang harus kita ingat; Jangan membuat keputusan jika kamu tidak bersungguh-sungguh menginginkannya.

Aku Hanya Berharap, Kamu Tidak Lagi Kecewa Dan Mau Memaafkan Kebodohanku

fb.me/roops8

Apa lagi yang bisa ku katakan, setelah aku melakukan suatu tindakan yang konyol dan membuatku sangat sulit untuk bisa Move On.

Saat ini aku hanya berharap, kamu tidak lagi kecewa dan mau memaafkan kebodohanku yang telah melepasmu hanya karena satu rasa, yaitu: “Bosan”.