Cinta Itu Bukan Melepaskan Tapi Merelakan, Bukan Memaksa Tapi Memperjuangkan, Bukan Menyerah Tapi Mengikhlaskan

  • 154
    Shares

Terkadang kita dihadapkan dengan sebuah situasi yang sangat membingungkan karena kita dituntut untuk melepaskan apa yang ingin kita miliki dan sesuatu yang sangat kita cintai.

Kita dituntut untuk merelakan seseorang yang sangat kita inginkan maka pada saat itu kita belajar merelakan bukan hanya melepaskan.

Akan Ada Saatnya Kita Akan Melepaskan Orang yang Kita Cinta Tapi Sebetulnya Kita Tidak Melepaskannya Melain Merelakan Apa yang Bukan Milik Kita

instagram.com/toeyprim

Melepaskan itu belum tentu bisa merelakan sedangkan seseorang yang sduah merelakan maka sudah pasti telah berhasil melepaskan.

Merelakan itu bisa timbul hanya pada saat sudah memiliki keperacayaan bahwa yang kita lepaskan memang seharusnya dilepaskan karena tak seharusnya menjadi milik kita.

Bukan Melepaskan Hanya Saja Kita Sadar Bahwa Orang yang Kita Cintai Tidak Tercipta Untuk Kita

instagram.com/toeyprim

Ketika kita kehilangan orang yang kita cintai semata-mata kita bukan melepaskan orang yang kita cinta melainkan kita sadar bahwa orang yang kita cintai belum tentu menjadi milik kita.

Nyatanya kita tidak ingin melepaskan orang yang kita cinta namun kita sadar bahwa Tuhan telah menyiapkan pengganti seseorang yang memang ditakdrikan untuk kita.

Bukan Memaksakan Kehendak Tapi Ketahuilah Bahwa Sebenanrnya Kita Tidak Memaksa Hanya Saja Kita Ingin Membuktikan Bahwa Perjuang Itu Ada

instagram.com/toeyprim

Ada saatnya kita masih terus berjuang bukan tidak merasa lelah bukan pula kita ingin memaksakan kehendak agar dia menjadi milik kita.

Namun ada satu hal yang sangat penting bahwa kita ingin menunjukkan bahwa kita benar-benar mencintainya dna sungguh-sungguh menginginkanya sehingga kita akan berusaha berjuang untuk membuktikan kesungguhan kita.

Adakalanya Kita Berhenti Mencintai Nyatanya Bukan Menyerah Namun Kita Berusaha Mengikhlaskan Karena Ada Hal yang Memang Tidak Bisa Dipakasakan

instagram.com/toeyprim

Kita mau berjuang, kita mau membuktikan kesungguhan kita namun jangan pernah lupa bahwa rencana Tuhan belum tentu seperti yang kita inginkan.

Adakalanya kita harus berhenti berjuang bukan akrena lelah dan tidak mencintai namun kita menyadari bahwa ada hal yang tidak bisa kita paksakan yang disebut dengan takdir.

Kita Sadar Bahwa Cinta Itu Bukan Hal yang Bisa Dipakasan Oleh Sebab Itu Kita Belajar Bagaimana Merelakan dan Mengikhlaskan

instagram.com/toeyprim

Ketika sudah berbicara takdir Tuhan maka pada saat itu kita tidak bisa melakukan apa-apa kecuali berusaha menerima dan berusaha mengikhlaskan apa yang memang tidak ditakdirkan menjadi milik kita.

Takdri tidak bisa ditentang oleh sebab itu kita harus berusaha untuk merelakan, untuk mengikhlaskan meski sebetulnya kita sangat menginginkan.