Apakah Kau Pernah Berpikir Bahwa Terkadang Aku Rela Mengalah Agar Kau Tetap Ada Di Sisiku

  • 41
    Shares

Pernahkah kau berpikir tentang perasaanku? tentang diriku yang sering mengalah padamu hanya agar kita selalu bersama. Pernahkah kau berpikir bahwa kerelaanku itu bukanlah sesuatu yang mudah?

Kalaupun semuanya bisa kulakukan itu karena ada rasa cinta yang lebih besar daripada egoku, hingga aku mampu mengalah padamu.

Pernahkah Kau Berpikir, Bahwa Terkadang Aku Sengaja Diam Hanya Agar Kau Tetap Bisa Nyaman Bercerita Padaku

whisper via dramabeans.com

Pernahkah kau berpikir saat aku diam dan hanya memilih mendengarkanmu, amarahmu, keluhmu dan cerita-ceritamu yang kadang menyakitkan.

Sengaja aku diam meski membosankan dan menyakitkan hanya agar kau bisa merasa tetap nyaman bercerita padaku.

Pernah Kah Kau Berpikir Mengapa Aku Hanya Menangis Ketika Kau Menyalahkanku? Semua Demi Menutupi Kesalahanmu

whisper via dramabeans.com

Pernahkah kau berpikir mengapa aku hanya diam saja dan bahkan menangis saat kau menyalahkanku?

Aku akui segala kesalahan yang kau perbuat hanya agar kau tak semakin marah dan tak menjauhi diriku.

Tidakkah Kau Ingin Bertanya Mengapa Aku Selalu Menunggu? Itu Karena Aku Ingin Selalu Ada Untukmu

Pernahkah kau berfikir mengapa aku selalu mau menunggumu? aku selalu bersedia menunggumu sebab aku ingin selalu ada untukmu tanpa perlu kau cari.

Aku ingin kau dapat dengan mudah menemukanku saat kau merasa butuh padaku, aku ingin menjadi rumah tempat untuk kau ingin pulang saat tidak bahagia.

Apakah Kau Pernah Berpikir Sejauh Mana Pengorbananku Demi Bisa Bersamamu?

whisper via dramabeans.com

Tidakkah kau sekali saja untuk memikirkan bagaimana pengorbanan dan perjuanganku demi bisa tetap ada di sisimu.

Semua kulakukan dan bisa aku lewati karena cintaku padamu tumbuh begitu kuat, hingga membuatku merasa ingin selalu berbagi kebahagiaan bersamamu.

Selama Ini Mungkin Kau Tak Pernah Sempat Berpikir Apapun Tentang Apa Yang Aku Rasa , Kecuali Tentang Dirimu Sendiri

whisper via dramabeans.com

Aku yakin selama ini mungkin kau tak pernah sempat berpikir atau sekedar memikirkan apa yang kurasa itu.

Mungkin kau terlalu sibuk memikirkan dirimu dan apa yang telah kau lakukan untuk diriku, hingga lupa untuk memikirkan apa yang aku rasakan.