Menyakitkan Itu Saat Kamu Terus-terusan Bercerita Tentang Orang Lain Tanpa Mau Mengerti Perasaanku




Boleh jadi aku bisa disebut sebagai orang terbodoh di dunia yang mau terus menjadi pendengarmu. Tapi aku bisa juga disebut sebagai sosok pemilik cinta sejati yang selalu mau menerima kenyataan bahwa aku tidak dicintai namun selalu bisa mendengarkan bercerita tentang dia yang ia sukai.

Ahh mau disebut orang terbodoh atau pemilik cinta yang sesungguhnya masa bodoh, karena intinya yang aku permasalhkan bukanlah tentang keduanya. Tapi tentang sakit yang kurasakan ketika melihatmu dengan bahagia menceritakan dia terus-terusan dengan wajah berbinar-0binar padahal kamu tahu aku menyukaimu.

Kamu Bahagia Dengan Segala Ceritamu Dan Aku Sedih Dengan Segala Pendengaranku Mendengarmu Bercerita

Kamu Bahagia Dengan Segala Ceritamu Dan Aku Sedih Dengan Segala Pendengaranku Mendengarmu Bercerita

Rasa itu memang tidak pernah bisa dikompromi dan selalu saja menolak untuk dibagi rata. Kamu yang dengan segenap kebahagianmu menceritakan tentangnya dihadapanku. Dan aku dengan segala kekecewaanku karena selalu bersedia mendengarmu.

Serasa Memang Tidak Adil, Tapi Dalam Cinta Memang Tidak Mengenal Ketidak Adilan

Serasa Memang Tidak Adil, Tapi Dalam Cinta Memang Tidak Mengenal Ketidak Adilan

Memang serasa tidak adil bagaimana bisa kemu dengan bahagianya tertawa lepas menceritakan dia secara terus menerusan tanpa memperdulikan bahwa aku menaruh hati padamu. Tapi memang sudah seperti itulah cinta, keadilan dalam cinta itu selalu berbeda dengan keadilan dalam konsep sebuah negara.

Aku Bukanlah Pendengar Setia, Hanya Saja Tidak Melihatmu Rasanya akan Lebih Sakit Dari Mendengarkan Ceritamu

Aku Bukanlah Pendengar Setia, Hanya Saja Tidak Melihatmu Rasanya akan Lebih Sakit Dari Mendengarkan Ceritamu

Sejujurnya aku sangat tidak ingin mendengar ceritamu tentang dia dan dia dan dia lagi. Aku bungan pendengar setia, iya setia merasakan sakit hati karena mendengarmu menceritakan tentangnya. Hanya saja aku pikir aku akan mati dimakan rindu ini jika tidak melihatmu.

Aku Lebih Suka Mendengarkanmu Menceritakan Dirimu Bukan Mendengarkanmu Menceritakan Dirinya

Aku Lebih Suka Mendengarkanmu Menceritakan Dirimu Bukan Mendengarkanmu Menceritakan Dirinya

Rasanya mencerirtakan tentang dirimu itu lebih indah dari panda menceritakannya. Dengan terus-terusan menceritakannya padaku, aku merasa kamu seolah ingin memberitahukanku bahwa memang tidak ada tempat dan kesempatan bagiku di hatimu.

Apa Perlu Aku Menyatakan Perasaan Dan Mengatakan Aku Sakit Mendengar Kamu Menceritakan Tentang Seseorang Yang Kamu Sanjung-sanjungi Itu

www-compressed

Apakah kamu hanya pura-pura tidak tahu atau memang tidak tahu kalau aku menaruh hati padamu. Tidakkah kamu melihat bahwa aku sudah sejauh ini memperlihatkannya, apa perlu sekali lagi aku ulangi jika aku menyukaimu? Apa perlu juga aku mengatakan bahwa aku sakit hati mendengarmu bercerita tentangnya. Rasanya terlalu memalukan bila aku secara terang-terangan mengatakan bahwa aku sakit hati padamu.

Kamu Tersenyum Dam Aku Ikut Pura-pura Tersenyum Itu Rasanya Sangat Menyiksa

Kamu Tersenyum Dam Aku Ikut Pura-pura Tersenyum Itu Rasanya Sangat Menyiksa

Rasanya senyum manis dibibir ini dengan sangaja memaksa mata untuk tidak meneteskan air mata, saat diri ini dihadapkan pada keterpaksaan ikut merasakan bahagia untukmu dengan orang lain. Mungkin aku bisa tersenyum manis mengatakan aku ikut bahagia atas apa yang kamu rasakan tapi hati tidak pernah bisa berpura-pura untuk tidak merasa sakit ketika mendengarnya.

Aku Tidak Tahu Apakah Memberikanmu Ucapan Selaman Dan Memberikan Dukungan Atas Hubunganmu Itu Adalah Sebuah Ketulusan Atau Kepura-puraan

id-compressed

Sulit dibedakan apakah aku terpaksa mengucapkannya atau aku benar-benar tulus memberimu ucapan selamat dan mendoakannya. Kedua rasa itu terasa sangat samar dan membingungkan dan aku hanya mampu berdiri ditengah-tengahnya.






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *