“Menunggu Untuk Melupakan” Hari Ini Aku Akan Menungumu, Walau Kau Tak Pernah Pulang Untukku




Ini lah caraku menunggu untuk melupakanmu. Hanya dengan tetap menunggumu seperti ini, tanpa harus pergi dan menjauh darimu. Walau aku tahu bahwa kau tak akan pernah pulang untukku, walau aku tahu kau tidak akan pernah datang menemuiku, tapi biarkan aku terus menunggumu seperti ini hingga aku mampu melupakanmu dengan caraku sendiri dan kamu pun akan menghilang dengan sendirinya.

Karena Menunggu Bukan Tentang Waktu Tetapi Tentang Seberapa Teguh Hatiku Bisa Bertahan Dalam Pilu

Entah seberapa lama aku menunggumu, aku akan tetap melakukannya, karena menunggu bukan tentang waktu tetapi tentang seberapa teguh hatiku bisa bertahan dalam menahan rasa sakit dan

pilu. Karena melupakan pun butuh waktu yang terkadang tidak sedikit juga, yang pasti melupakanmu tidak mesti harus buru-buru dan berusaha melupakan hanya akan semakin menambah rasa sakit. Sehingga memang harus dilakukan secara pelan-pelan dan bertahap.

Biarkan Aku Begini Sampai Habis Rasaku Untukmu, Hingga Aku Bisa Melanjutkan Hidup Tanpa Harus Berdebar Lagi Ketika Namau Disebut

Biarkan aku tetap seperti ini dulu hingga habis rasaku untukmu dan benar-benar tanpa sisa sedikitpun, hingga aku bisa melanjutkan hidupku tanpa harus berdebar lagi ketika namamu disebaut.

Tak perlu merasakan getaran yang begitu hebat saat bertemu denganmu. Jika telah tiba waktu dimana aku telah bisa melupakanmu, maka aku akan kembali seperti sedia kala sebelum pernah memiliki rasa terhdapmu.

Aku Sadar Ini Bodoh, Tetapi Aku Jauh Lebih Menderita Jika Aku Harus Berpura-Pura Telah Melupakanmu

Aku masih tetap menunggumu seperti ini bukan berarti aku tidak sadar bahwa aku ini bodoh, tetapi aku jauh lebih menderita jika aku harus berpura-pura telah melupakanmu.

Karena hidup memang untuk menunggu, menunggu untuk menyadari kapan untuk berhenti menunggu, maka setelah menyadarinya aku akan memutuskan kapan aku akan berhentu mengunggumu, bahkan sebelum aku memutuskannya, aku sudah melupakanmu secara utuh.

Tetapi Nyatanya Hatiku Masih Belum Bisa Merelakan, Yang Tiap Detiknya Hanya Luka Yang Mengiris Hatiku

Untuk apa aku berpura-pura melupakanmu, kalau nyatanya hatiku belum bisa merelakanmu, belum bisa menerima kepergianmu, yang ada hanya aku akan mengiris luka dihatiku setiap detiknya.

Aku hanya akan semakin menyakiti diriku sendiri, aku tidak akan melakukan hal yang lebih bodoh lagi dengan cara berpura-pura, jika dengan menunggumu seperti ini aku mampu melupakanmu.

Aku Bebas Bukan? Menentukan Bagaimana Caraku Berproses Melupakanmu, Karena Ini Tentang Aku Dan Perasaanku

Tidak perlu protes terhadapku mengapa aku masih terus menunggumu. Ini hakku dan aku bebas untuk menentukan bagaimana caraku berproses melupakanmu, karena ini tentang aku dan perasaanku. Jadi sepenuhnya hanya aku yang bertanggung jawab untuk diriku sendiri, tak perlu kau yang risih terhadapku dan terhapa jalan yang telah aku ambil.






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *