Dalam Cinta, Yang Paling Sulit Itu Bukan Memilih Tapi Mempertahankan Pilihan

  • 27.2K
    Shares

Kamu sangat menyukainya, dia pun memiliki perasaan yang sama. Lalu kalian memtuskan untuk menjalin sebuah hubungan yang bernama pacaran dan memulai kisah indah berdua. Namun ternyata perasaan yang indah itu pun dapat berkurang sewaktu-waktu, segala perhatian yang dulu diberikan atau diterima tinggal omong kosong dan tidak ada gunanya, yang ada hanya perasaan bosan.

Memilih untuk mencintai memang gampang sekali, karena masing-masing masih belum mengetahui sisi buruk satu sama lain. Setelah lama bersama dan saling mencurahkan perasaan, baru akan tahu siapa dia yang sebenarnya dan dia pun tahu siapa kamu yang sebenarnya.

Pada Awalnya Semua Orang Bangga Terhadap Pilihannya Sendiri

Pada Awalnya Semua Orang Bangga Terhadap Pilihannya Sendiri

Pada awalnya memang begitu indah dan bangga bisa mendapatkannya. Tapi setelah menjalin hubungan cukup lama, ternyata tak seindah yang dibayangkan sebelumnya. Salah satu pihak ada yang merasa kalau dirinya dijadikan tempat untuk senang-senang saja sama dia, sementara satu pihak yang lain menyesal karena pilihannya tidak sesuai dengan ekspektasi dirinya. Hari demi hari hanya diwarnai pertengkaran dan wanita hanya bisa menangis setiap malam.

Setelah Waktu Berjalan Cukup Lama, Pada Akhirnya Tidak Semua Orang Bisa Setia Dengan Pilihannya Sendiri

Setelah Waktu Berjalan Cukup Lama, Pada Akhirnya Tidak Semua Orang Bisa Setia Dengan Pilihannya Sendiri

Apakah dia benar-benar jodohmu? Sebegitu yakinkah kamu hingga mengorbankan segala hal yang berharga untuknya? Pada awalnya memang punya keyakinan seperti itu. Tapi seiring berjalannya waktu, kamu pun sadar bahwa dia bukan pilihan terakhirmu. Dia pun demikian dengan miliki keyakinan yang sama sepertimu, maka mulailah mencari-cari yang lebih baik lagi. Janji kesetiaan yang gembar-gemborkan diawal hanyalah omong kosong belaka. Hari demi hari hubungan kalian berubah makin buruk.

Akhirnya, Berpikir Bahwa yang Dia Pilih Sepenuhnya Tidak Sesuai Dengan yang Dia Impikan Diawal

Akhirnya, Berpikir Bahwa yang Dia Pilih Sepenuhnya Tidak Sesuai Dengan yang Dia Impikan Diawal

Dialah segalahnya, dialah yang akan menjadi pendamping hidup hingga tua nanti dan hanya kematian yang memisahkan. Tapi itu hanya angan-angan pas baru jadian saja. Sekarang? Sudah tidak lagi. Masing-masing sudah merasa tidak ada kecocokan dan mulai menyalahkan pertemuan karena dipertemukan dengan orang yang seperti dia. Bubaran baik-baik mungkin pilihan yang bijak, dari pada ribut hingga terjadi perang dunia ketiga dan akhirnya jadi musuh bebuyutan.

Sadari Satu Hal, di Dunia Ini Tidak Ada yang Sempurna

Sadari Satu Hal, di Dunia Ini Tidak Ada yang Sempurna

Tidak ada yang sempurna di dunia ini, itula perkataan sederhana yang sering kita dengar tapi tak pernah kita terima. Jika dari awal kamu sudah menyadari bahwa kamu masih belum mengenal dia secara keseluruhan tapi tetap membuat pilihan. Maka setelah itu kamu harus belajar menerima kekurangannya jika sewaktu-waktu dia mulai menunjukan sisi buruknya yang tidak sesuai dengan jalan hidupmu. Buat pilihan dan jangan sesali