Aku Hidup Untuk Cinta, Tapi Tak Pernah Kurasakan Sedikitpun Manisnya




Banyak orang berpikir bahwa mereka adalah makhluk yang paling sengsara di dunia dan kekurangan, termasuk di dalamnya perasaan cinta. Padahal makna cinta yang lebih luas seharusnya ditanggapi dengan bijak menggunakan akal pikiran, bukan hanya perasaan egois semata. Tanpa kita sadari, sebenarnya disekitar kita banyak sekali cinta yang diberikan dengan berbagai cara. Dan bisa saja salah satunya dengan cara yang menyakitkan.

Cinta sebuah kebahagiaan juga sebuah penderitaan, memang benar Cinta adalah segalanya. Bahkan Tuhan pun mencintai manusia. Cinta yang benar-benar dikatakan cinta, bukan rasa yang sementara. Sehingga banyak orang berpikir mereka sudah banyak berjuang untuk cinta, tapi hanya sakit hati yang mereka dapatkan.

Cinta Tak Bisa Dipaksakan

Cinta Tak Bisa Dipaksakan

“Sesuatu yang dipaksakan, selalu punya akhir yang tragis”

Ketika kamu memberikan perasaan cintamu kepada seseorang yang menurutmu pantas menerimanya. Disitu ada 2 kemungkinan yang akan kamu terima, pertama adalah dia akan menerima cintamu, karena dia juga menyukai mu. Kedua, dia menolak cintamu dan membuatmu sakit hati, karena berpikir dia juga punya perasaan yang sama denganmu. Saat itu, hal pertama yang harus kamu sadari adalah cinta tidak bisa dipaksakan. Perasaan seseorang adalah milik orang itu sendiri, sama seperti agama, atau keyakinan itu adalah hak pribadi. Dan ketika kamu sudah memaksakan perasaanmu, bukan cinta yang kamu berikan, tapi sebatas obsesi untuk memiliki.

Cinta Bisa Datang Dari Mana Saja dan Kapan Saja

Cinta Bisa Datang Dari Mana Saja dan Kapan Saja

“Cinta itu seperti benih, jika ditanam pada ladang yang subur dia akan bersemi, tapi jika ditanam diladang yang tandus, tumbuh pun tidak akan mau”

Cinta sebenarnya punya makna yang sangat luas, kita hidup, bernapas, makan dan segala sesuatu yang kita miliki adalah hasil perasaan cinta dari Tuhan. Ibu yang melahirkan dan menyusui, Ayah yang membanting tulang adalah perasaan cinta yang tulus dan sejati dari orang tua. Jadi sebenarnya, kita selalu dihujani oleh cinta setiap harinya. Tinggal kita sendiri yang mau merawat cinta itu dan menjadikannya sebuah pohon untuk menaungi orang yang nantinya kita cintai. Atau membiarkan cinta mereka tandus, terabaikan.

Cinta Tidak Memakan Korban, Tapi Butuh Perjuangan

Cinta Tidak Memakan Korban, Tapi Butuh Perjuangan

“Cinta sejati, Cinta yang butuh perjuangan”

Banyak orang yang menganggap mereka adalah korban dari cinta dan cinta adalah perasaan yang hanya bisa menyakiti. Itu karena mereka lebih suka menutup diri terhadap cinta-cinta

yang positif terhadap mereka. Banyak dari wanita menyukai laki-laki yang lebih banyak membuatnya menangis daripada tertawa. Dan para pria mudah bosan pada gadis yang meencintainya dan sangat memperhatikannya. Sehingga bukan cinta yang menjadikan kita sebagai korban, tapi karena kita salah memperjuangkan kepada siapa cinta kita. Sekaligus kita masih mementingkan ego sendiri.

Cinta Bukan Sekedar Pelampiasan atau Pelarian

“Aku bukan tempatmu bersimpuh saat kamu terluka, dan kamu tinggalkan saat kamu bahagia”

Saat kamu merasakan sakit hati atau putus cinta, kamu sering menyalahkan cinta dan mencari orang lain sebagai pelampiasan atau pelarian. Apakah kamu tidak tahu bagaimana perasaan orang itu, ketika digunakan sebagai pelarian atau pelampiasan perasaan sakit hati. Bisa saja malah perasaannya yang tulus dan lebih serius pada kamu akan berubah menjadi perasaan terhina. Sehingga kamu akan mendapatkan rasa penyesalan yang berlipat-lipat.

Cinta Tak Punya Rasa Bosan

“Aku akan selalu mencintaimu, bahkan jika harus kuteguk racun”

Ada yang berpikir bahwa perasaan seorang bisa berubah sepanjang waktu, hari ini dia mencintai si A, besok dia akan mencintai Si B, dan terus berubah. Itu jelas bukan perasaan cinta, Cinta yang sesungguhnya tidak akan mati ditelan zaman. Seperti kisah cinta Fatimah Ali, Romeo Juliet atau Laila dan Qais si Majnun. Cinta mereka melegenda dan abadi hingga sekarang atau di masa depan. Sehingga yang harus anda lakukan adalah percayakan cinta anda pada orang yang tepat, yang benar-benar punya komitmen untuk mencintai anda dan tentunya menerima anda apa adanya.

Cinta Bukan Hukum Karma

Gambar Cinta Bukan Hukum Karma

“Ketika Tuhan Jatuh cinta, Maka Si hamba akan menangis. Menangis bahagia, karena semakin dekat dengan Tuhannya”

Ketika kamu menyakiti orang lain, dan besoknya kamu merasa disakiti karena perasaan cinta, apakah itu sebuah karma yang kamu dapatkan? Tentu saja bukan, cinta ya cinta, dia ada untuk membuat orang lain bahagia bukan malah membuatnya menangis kesakitan. Jika memang kamu merasakan sakitnya cinta, itu adalah pelajaran untuk kamu agar anda lebih hati-hati ketika memberikan cinta tersebut. atau itu adalah sebuah ujian yang kamu lalui sebelum mendapatkan cinta itu.

Yang terpenting adalah membuka mata dan telinga serta pikiran dan hati anda lebar-lebar, karena banyak cinta yang akan kamu terima setiap harinya.